See the #fireworks I created by blogging on #WordPressDotCom. My 2015 annual report.

HAPPY NEW YEAR………….

SELAMAT TAHUN BARU 2016,

SEHAT, SUKSES, DAN SEJAHTERA SELALU BERSAMA KELUARGA.

Aamiin…………tjartasim arfian

Source: See the #fireworks I created by blogging on #WordPressDotCom. My 2015 annual report.

Advertisements

GAMES OF THE OLYMPIAD

Olimpiade merupakan Pesta Olahraga Multi Event termegah dan tertinggi di dunia, serta menjadi barometer keberhasilan pembinaan atlet setiap negara, juga menjadi puncak pencapaian prestasi seorang atlet top dunia setelah mereka menjalani serangkaian program latihan secara spartan. Gengsi negara dan kepuasan individu seorang olahragawan akan menyatu dan dipertaruhkan dalam perhelatan akbar ini.
Dalam tulisan ini secara singkat akan disampaikan bagaimana multi event olahraga seperti Sea Games, Asian Games, Olimpiade bisa ditonton dan kita nikmati dilayar televisi rumah.

Penyelenggara dan Infrastruktur Penunjang Penyiaran
Penyelenggara dan infrastruktur yang akan dibahas di sini hanya khusus sarana dan prasarana produksi serta penyiaran televisi saja.

Host Broadcaster
Host Broadcaster adalah penyelenggara penyiaran dan penyaji siaran untuk seluruh negara (peserta) yang ingin menyiarkan hasil liputannya baik secara langsung maupun hanya dalam bentuk rekaman saja.
Bertanggungjawab untuk meliput/memproduksi dan mendistribusikan baik suara, gambar, dan graphic (International Signal/Vanda) seluruh pertandingan/lomba melalui saluran Televisi, Internet, Streaming, dan lain-lain. Terutama untuk layanan produksi dan penyiaran Upacara Pembukaan dan Penutupan multi events tersebut.
International Signal (VandA/Video and Audio) ditransmisikan dari Venues ke International Broadcast Centre (IBC) tempatnya semua Studio Mini Stasiun Televisi seluruh negara berada, yang kemudian dari Studio Mini tersebut setelah direkam, diedit , di dubbing, di mixing, dikirimkan ke negara masing-masing (Despatch, untuk News/Delay Program) atau Live melalui Fiber Optic, Satellite, Streaming, dan lainnya.
Lembaga Penyiaran Publik TVRI sebagai salah satu Penyelenggara Penyiaran Nasional milik Negara, seharusnya mampu dan bisa menjadi Host Broadcaster.

Main Press Centre
Main Press Centre adalah tempat/pusat seluruh Wartawan dan Fotografer bekerja, biasanya menjadi pusat fasilitas dan pelayanan, serta menjadi salah satu arena Konperensi Press.
Di sini terdapat diantaranya: Lobby Utama, Pusat Informasi dan Berita, Pelayanan Akomodasi dan Transportasi,Travel, Bank, Toko Souvenir serta Jajanan, dan lain-lainnya.

International Broadcast Centre
International Broadcast Centre (IBC) adalah pusat kendali utama penyiaran untuk Radio dan Televisi, semua signal radio dan televisi hasil liputan/produksi berada dan bermuara di sini.
Fasilitas yang tersedia di IBC guna menunjang semua kebutuhan penyiaran televisi diantaranya adalah:

  • Studio Mini atau Booth Televisi, adalah tempat semua kegiatan produksi/ penyiaran, koordinasi, redaksi/administrasi, dan lain-lain diselenggarakan di sini;
  • Announcer Booth/Box/Off Tubes, merupakanh tempat Reporter/Komentator melaporkan pertandingan/lomba dari luar arena (bukan laporan pandangan mata), jadi Reporter/Komentator untuk melaporkan dan mengulas jalannya pertandingan/lomba hanya menonton melalui layar monitor/ televisi (tidak berada di lapangan yang sebenarnya);
  • Editing Centre, adalah ruang peralatan editing terpadu yang bisa disewa oleh semua Stasiun Televisi yang tidak membawa peralatan editing, bisa memilih format peralatan sesuai kebutuhan (editing/pasca produksi);
  • Ruang Dubbing/Booth, adalah ruangan sewa khusus untuk mengisi suara baik berupa narasi, laporan, ataupun komentar bagi materi hasil liputan sendiri;
  • Contribution Centre, adalah tempat penerima Multilateral dan Unilateral Vanda Sirkuit dari seluruh arena, semua signal akan dimonitor dan dikontrol di sini. Dari Contribution Centre, Vanda Signal akan dikirim ke Distribution Centre;
  • Distribution Centre, adalah pusat pendistribusian Vanda Signal setelah diproses baik Format Video (SDTV/HDTV) maupun signal Audio Stereo/Multichannel 5.1 dan juga sinkronisasi audio dengan videonya;
  • Transmission Centre, Vanda sirkuit dari masing-masing Booth Stasiun Televisi akan melewati Transmission Centre ini sebelum dikirim kenegaranya, begitu pula TC ini menjadi salah satu tempat monitoring signal dari IBC ke Venues;
  • Commentary Switching Centre, adalah pusat kendali utama peralihan/ pemilihan (keluar/masuk) untuk Commentary Lines (suara reporter/ komentator) dan Coordination Lines (suara koordinasi/komunikasi). Commentary Lines (2-wire Commentary Lines) adalah suara/audio Reporter/Komentator yang berisi laporan jalannya pertandingan/lomba baik itu dari Studio/Booth di IBC ataupun dari Venues, sedangkan Coordination Lines (4-wire Coordination Lines) adalah suara/audio koordinasi/komunikasi antara Venues, Booth, dan Stasiun negara asal.
    Untuk Lebih mulus jalannya Siaran Langsung/Live Event maupun dalam pengiriman hasil produksi/berita (Despatch) perlu monitoring Siaran Nasional/ audio siaran nasional yang dikirimkan melalui jalur koordinasi ini;
  • Dan lain-lain.

Venues
Venues adalah area dari arena yang menjadi pusat pertandingan/lomba berlangsung dan dimana infrastruktur penunjang produksi/penyiaran televisi berada, diantaranya:

  • Technical Operational Centre (TOC), adalah tempat dalam mana seluruh Vanda Sirkuit dari Venues dan tempat/lokasi lainnya terhubung ke International Broadcast Centre (IBC). di sini semua signal akan dimonitor baik kualitas teknis maupun distribusinya sesuai pesanan;
  • Commentary Positions, adalah tempat laporan pandangan mata dilakukan. Posisi ini berada satu blok khusus di arena, tempat terbatas dan sesuai dengan pesanan. Berada pada sisi yang sama dengan posisi kamera utama. Tersedia juga Commentary Positions dengan kamera (Com-Cam), dan tentunya posisinya lebih strategis lagi untuk bisa melaporkan jalannya pertandingan/lomba.
    Fasilitas yang biasa tersedia di Com-Cam, diantaranya:

    • Commentator Unit, untuk monitoring audio/video, dan koordinasi/ komunikasi, dengan minimal dilengkapi 2(dua) headset;Video, International TV Signal (multirateral) dari arena;
    • Koordinasi/komunikasi, dari dan ke IBC serta dari dan ke Studio Mini/ Booth;
    • Desk Lamp dan mungkin Lighting tambahan sesuai pesanan;
    • Semua kebutuhan lainnya, misal meja/kursi, IDD/ISDN dan non Broadcast Telecommunication akan tersedia sesuai pemesanan.
  • Commentary Control Room (CCR), selalu ada di setiap arena dan biasanya berada tidak terlalu jauh dari Commentary Positions. Semua peralatan audio (commentary/coordination) dan telekomunikasi di monitor dan dikontrol (terutama untuk kebutuhan siaran Unilateral) di sini dan tersambung ke IBC;
  • Mix Zone, adalah tempat untuk interview/wawancara khusus pesanan yang berada disekitar arena pertandingan/lomba yang biasa terlewati atlet setelah bertanding/berlomba. Wawancara biasanya dilakukan dalam format:
    o Siaran Langsung / Live (Unilateral);
    o Recorded/Taped (ENG);
    o Foto (Fotografer).
  • TV Injection Point, adalah tempat di mana dilakukan pengiriman khusus (Unilateral) misal untuk Camera Stand Ups (Live/Recorded). Sedangkan untuk VTR/ENG/Tape Injection biasanya berada di TOC/Technical Operation Centre.
    Tape Injection adalah pengiriman paket pendek/berita (highlight) ke negara asal melalui VTR yang sudah tersedia ataupun VTR sendiri. Sangat menarik dalam moment ini karena bila kita mengirim materi rekaman dalam format kaset/tape yang durasi misalnya 10 menit sedangkan waktu yang kita pesan hanya 5 menit, alangkah sibuknya kita memilih, forward, rewind, playback materi yang akan kita kirim (Despatch).
  • Stand Up Positions pemesanannya biasanya sudah termasuk:
    o Kamera dan operatornya;
    o Vanda ke IBC;
    o Microphone;
    o 4-Wire Coordination Lines.
  • Satellite Farm, adalah area tempat operasional dan fasilitas Up/Down Link satellite. Di sini kita bisa melihat bermacam bentuk parabola dengan berbagai ukuran serta arah dan sudut yang berbeda pula. Area ini menjadi seperti ladang jamur-jamur raksasa, sangat menarik dan indah!

Multirateral Circuits, adalah Vanda Circuit hasil liputan/produksi penyelenggara yang berupa Clean Picture dan Clean Sound (Atmosphere/IT Sound) yang dikirim sekaligus ke seluruh negara pemesan, misalnya upacara pembukaan/penutupan atau live sepakbola/ bulutangkis, dan lain-lain.

Unilateral Circuits, adalah Vanda Circuit yang dikirim ke negara tertentu berdasar pesanan, biasanya hasil liputan sendiri. Pengiriman bisa dilakukan dari Studio Mini/Booth, Injection Points, Commentary Positions, ataupun dalam pelaksanaan Pre dan Post Unilateral Trasmission (misal Reporter On Screen pada Upacara Pembukaan, sebelum dan/atau sesudah proses Multirateral Circuits).

  • Special Cameras, adalah kamera-kamera khusus dengan penempatan/posisi untuk pertandingan/ lomba khusus pula.
    Diantaranya:
     Goalcam;
     Targetcam (panahan);
     Divecam;
     Rawcam;
     Blockcam (aquatic);
     Umpirecam;
     Basecam (bisbol);
     Lipscam (atletik);
     Robotic Cameras/stabilizer camera mounts, biasa dipergunakan di helikopter, drone;
     dan lain-lain.
  • Beauty Cameras, adalah beberapa kamera yang secara sengaja dipasang di Venues dan sudut-sudut kota ( gedung-gedung indah dan taman hijau) untuk memperlihatkan tempat berlangsungnya pertandingan/lomba dan keindahan kota.

Siaran /Penyiaran Televisi
Kita bisa menyaksikan dan menikmati misalnya pertandingan Badminton, Sepakbola, dan lainnya di rumah, prosesnya secara sederhana sebagai berikut:
International Televisi Signal (Vanda) dari Venues Badminton dikirim ke Technical Operation Centre (TOC), dan di transmisikan ke International Broadcast Centre (IBC) bersama-sama dengan Commentary dan Coordination Lines, kemudian dikirimkan ke masing-masing Studio Mini/Booth Stasiun Televsi pemesan.
Setelah dimonitor, dikontrol, dan diproses kemudian dikirim kembali ke IBC dan nantinya akan diteruskan ke negara pemilik Stasiun TV tersebut berada.

Serba-serbi
Seperti pada umumnya pada event internasional, banyak hal yang perlu kita pahami, ikuti, dan nikmati sebagaimana layaknya dalam pergaulan/kebiasaan internasional, misalnya:

  • Tukar-menukar cinderamata/souvenir, jadi sebelum berangkat untuk meliput suatu event kita harus mempersiapkan/membawa pernak-pernik yang berbau keindonesian (garuda, merah-putih, uang/koin rupiah, dan lain-lain) dan tentunya atribut–atribut kantor kita (logo, gantungan kunci, ballpoint, dan lain-lain).
    Juga, akan disediakan satu dinding khusus di pintu masuk IBC ataupun arena lainnya di mana kita boleh/dianjurkan untuk menempel identitas Stasiun TV/Negara peserta, jadi bawalah logo/gambar tempel yang cukup besar;
  • Gratisan:
    • Biasanya selalu tersedia voucher perdana untuk cellulair kita, cukup dengan memperlihatkan ID Card/passport kita.
      Dalam hal tertentu kita bisa mempergunakan cellulair kita baik untuk koordinasi maupun sebagai commentary lines;
    • Segala jenis minuman dingin/softdrink/air mineral tersedia di MPC dan IBC;
    • IBC News Bulletin, terutama mengenai masalah transportasi, perubahan jadwal kompetisi/transmisi, updates berita/informasi hasil pertandingan/lomba, dan lainnya;
    • IBC CATV, adalah channel informasi khusus selama 24 jam terus menerus yang isinya selain cuplikan hasil pertandingan/lomba, perolehan medali sementara, informasi/berita, mini features mengenai hal menarik/bersejarah, juga ramalan cuaca, dan lain-lain;
    • Transportasi antar Venues, bahkan kadang dari hotel tempat kita menginap ke IBC/Venues;
    • Layanan kesehatan dan dokter;
    • Dan lain-lain.

Manfaat Liputan Olahraga Internasional
Sangat disayangkan, meliput pesta olahraga multi event walaupun sebesar Olimpiade, Asian Games, Sea Games tidak begitu diminati oleh televisi komersial di Indonesia, bila misal dibandingkan dengan acara Piala Dunia Sepakbola yang begitu gegap gempita baik promo maupun dalam penyiarannya. Padahal banyak sekali manfaatnya bagi pembinaan atlet/dunia olahraga di Indonesia.
Manfaat bagi pembinaan atlet, dengan adanya siaran olahraga multi event di televisi maka akan banyak masyarakat, terutama generasi muda yang melihat, menyukai dan nantinya mencintai cabang-cabang olahraga yang belum begitu populer di Indonesia. Jadi tidak hanya cabang olahraga sepakbola dan bulutangkis saja yang dikenal dan disukai masyarakat Indonesia..
Manfaat bagi Broadcasters, gaul internasional bagi dunia penyiaran televisi di Indonesia adalah selain bisa miningkatkan keterampilan dan kualitas broadcasternya, juga sudah saatnya salah satu stasiun televisi Indonesia mampu menjadi Host Broadcaster untuk wilayah Asia Tenggara/Asean (dibawah Asia-Pacific Broadcasting Union/ABU sebagai Host, Rights Holding Broadcasters/RHB ) dan tentu juga Host untuk siaran di Indonesia agar bisa lebih murah serta hemat biaya hak siarnya.
Hanya dengan bantuan Pemerintah bisa membina (atlit) dan membiayai penyelenggaraan penyiaran olahraga. Kementriannya ada, bahkan banyak untuk melaksanakan hal tersebut, Televisi/Radio Negara ada, dan bisa sebagai Penyelenggara Siarannya, dan tentunya kita bisa menonton event-event olahraga spektakuler tanpa iklan yang mengganggu.

Catatan
Sangat menarik dan menantang bila meliput olahraga multi event, dibanding misalnya Piala Dunia Sepakbola dan/atau Thomas Cup, Piala Davis, kenapa?

  1. Karena eventnya sangat banyak, arena/venues sangat beragam dan berpencar jauh, pilihan yang akan diliput berdasar kebutuhan penonton, moment penting / penyisihan sampai dengan final, bintang lapangan / jagoan/ pujaan yang berlomba / bertanding;
  2. Dibutuhkan Produser/Sutradara/Anchor yang handal, kreatif, cepat dan tepat mengambil keputusan event mana yang harus live/recording;
  3. Koordinasi dan komunikasi baik internal maupun dengan pihak penyelenggara multi events harus sangat intensif.

ANALOGUE SWITCH OFF

Analog switch-off atau biasa juga disebut digital switchover adalah saatnya di mana siaran televisi analog diubah dan digantikan oleh siaran televisi digital.
Peralihan dari sistem penyiaran televisi analog ke digital merupakan hal yang tidak bisa dihindari, suatu keharusan, termasuk di negara kita. Karena sudah terbukti bahwa teknologi Televisi Digital mempunyai keunggulan dan memberikan banyak manfaat dalam penyiaran televisi bagi masyarakat dibandingkan dengan siaran Televisi Analog.

Manfaat dari keunggulan televisi digital tersebut diantaranya:

  • Bisa meningkatkan kualitas konten dan bermacam variasi program siaran, karena dalam satu kanal bisa terdiri dari beberapa program beserta data sekaligus;
  • Mampu mendistribusikan satu konten program melalui berbagai jaringan dan perangkat penerima. Jadi bila berkonvergensi dengan media TIK lainnya, siaran televisi digital bisa dinikmati secara interaktif dan pemirsa Smart TV bisa saling berinteraksi satu dengan yang lainnya;
  • Bisa menghasilkan kualitas gambar dan suara yang lebih baik serta penerimaan yang stabil walaupun nanti misalnya pada perangkat penerima bergerak;
  • Lebih nyaman, pemirsa bisa menikmati siaran televisi dengan layar HDTV yang lebih lebar (format 16:9);
  • Lebih murah dalam pengadaan sarana dan prasarana baik untuk produksi / penyiaran maupun transmisi, hingga bisnis penyiaran televisi akan mudah berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital.

Masa Transisi
Masa transisi atau masa peralihan dari sistem televisi analog ke sistem penyiaran televisi digital telah dimulai secara bertahap, sejak dari pemilihan standar sampai dengan terlaksananya penyelenggaraan penyiaran televisi digital.
Dalam masa transisi ini agar tidak ada yang terugikan, tentunya harus ada periode siaran simultan (simulcast/dual transmission), yaitu stasiun televisi yang telah bersiaran digital harus tetap menghidupkan pemancar analognya agar program siarannya pada saat bersamaan masih bisa ditonton baik pada pesawat penerima televisi analog maupun digital.
Dengan kata lain, bahwa siaran analog masih bisa diterima oleh pesawat penerima analog, siaran digital bisa diterima oleh pesawat penerima digital maupun analog (pesawat penerima siaran televisi yang ada sekarang) dengan menggunakan Set Top Box (STB), dan bisa diterima oleh pesawat televisi sekarang yang sudah bisa menerima baik siaran analog maupun siaran digital sekaligus.

Selama masa siaran simultan, pemerintah harus bisa mendorong percepatan proses peralihan ini. Kebijakan pemerintah dan dana pemerintah bagi lembaga penyiaran serta masyarakat pemirsa tentunya ikut berperan penting dan sangat menentukan bisa terlaksana penyiaran total digital sesuai tenggat waktu yang diberikan.
Mengingat bahwa dalam masa transisi ini, tentu bukan hanya ada masalah konversi televisi analog terestrial ke digital terestrial saja, termasuk juga didalamnya konversi kabel analog ke digital serta satelit analog ke digital.

Tahapan Migrasi Total ke Penyiaran Digital
Di Indonesia proses migrasi dari sistem penyiaran analog ke penyiaran televisi digital telah dimulai sejak tahun 2009, dan Kementrian Kominfo merancang implementasi siaran digital secara bertahap baik masalah regulasi, sarana maupun prasarananya untuk setiap zona, sebagai berikut:

Roadmap Infrastruktur TV Digital

Sumber: ICT White Paper 2010

Total Digital
Pemerintah telah memutuskan sistem Digital Broadcasting Terrestrial (DVB-T) untuk standar penyiaran televisi digital di Indonesia, yaitu berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor: 07/P/M.KOMINFO/3/2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Standar Penyiaran Digital Terestrial untuk Televisi Tidak Bergerak di Indonesia.
Disusul kemudian dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 05/PER/M.KOMINFO/2/2012 tanggal 2 Februari 2012 tentang Standar Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (free-to-air), DVB-T2 (DVB-T generasi ke-2) ditetapkan menjadi Standar Penyiaran Televisi Digital di Indonesia menggantikan standar DVB-T.

Ada 3 (tiga) tahapan sebelum benar-benar siaran digital dilaksanakan secara penuh di Indonesia (Kementrian Komunikasi dan Informatika/White Paper 2010), yaitu:

  1. Tahapan siaran simultan (2010-2014), yakni siaran berbarengan antara penyiaran televisi analog dengan digital;
  2. Tahapan dalam mana penyiaran televisianalog di beberapa wilayah akan dimatikan (2014-2017);
  3. Setelah tahun 2017, semua siaran televisi analog akan dimatikan/digital switchover.

Masa waktu peralihan dari teknologi analog ke digital tiap negara berbeda-beda, ada yang secara bertahap seperti di Inggeris, ada juga yang sekaligus (Belanda) satu tanggal mematikan layanan analognya.

Jadwal dan waktu peralihan ke penyiaran total digital untuk beberapa negara di dunia, diantaranya: (Sumber,Wikipedia)

  • 20..: ………………….
  • 2010: Belgium, Spain, Latvia, Estonia, Jersey, Guernsey, Slovenia, San Marino, Luxembourg, Croatia
  • 2011: Israel, Monaco, Austria, Cyprus, Malta, France
  • 2012: Arab world, Japan, Serbia, Portugal, Czech Republic, Taiwan, Italy, Kenya, Canada, Ireland, Lithuania, United Kingdom, Gibraltar, South Korea, Azerbaijan, Bolivia,Slovakia
  • 2013: Bulgaria, Macedonia, Moldova, Poland, New Zealand, South Africa, Zimbabwe, Iceland, Australia
  • 2014: Turkey
  • 2015: Romania, Hungary, India, Ukraine, Hong Kong, Iran, Mexico, Philippines, Russia, United States, Uruguay, Algeria, Libya, Morocco, Tunisia, Mauritania, Western Sahara,Brunei, Rwanda
  • 2016: Brazil
  • 2017: Chile, Thailand
  • 2018: Indonesia, Costa Rica
  • 2019: Colombia, El Salvador, Argentina
  • 2020: Venezuela, Peru, Malaysia, Singapore
  • 2024: Cuba
  • 2026: Vietnam
  • 203…

Mengapa harus migrasi ke Televisi Digital
Mengapa kita harus migrasi ke sistem penyiaran televisi digital? Karena selain menjanjikan solusi dan banyak keunggulan-keunggulan sistem penyiaran televisi digital dibanding dengan sistem penyiaran televisi analog, juga ada berbagai alasan, diantaranya adalah:

  • Kemajuan teknologi ICT yang sangat pesat, di mana telah terjadi konvergensi antara telekomunikasi, komputer, dan penyiaran televisi;
  • Perangkat peralatan analog yang akan semakin sulit ditemukan lagi di pasaran, dan harganya akan semakin mahal sedangkan perangkat digital cenderung menjadi lebih murah;
  • Efisiensi, karena pada televisi digital satu kanal frekuensi bisa digunakan untuk beberapa program/acara siaran;
  • Cepat atau lambat seluruh sistem penyiaran televisi dunia akan beralih ke digital.

Sumber: ICT White Paper 2010

Peluang, Tantangan, dan Harapan
Sistem siaran digital merupakan sistem penyiaran baru pengganti sistem siaran analog yang selama ini ada. Teknologi yang berkembang pesat, ketersedian peralatan yang semakin terbatas, sedangkan tingkat kepuasan masyarakat dan kebutuhan komersial semakin tinggi. Maka keinginan adanya sistem penyiaran baru menjadi tidak terelakkan.
Sistem penyiaran digital memberikan banyak peluang dari semua harapan yang bisa didapat dari kemajuan teknologi penyiaran dunia, hingga sistem penyiaran baru televisi akan menjadi media yang sangat strategis dalam memberikan layanan kepada masyarakat dan pemirsanya.
Dalam setiap perubahan tentu akan selalu ada rasa ragu dan kekhawatiran-kekhawatiran. Semuanya merupakan tantangan yang harus bisa dilalui dengan optimisme tinggi oleh setiap pemangku kepentingan, dan agar migrasi ini berjalan mulus harus selalu ada yang perlu dilakukan, diantaranya:

  1. Sosialisasi penerapan teknologi digital secara terus-menerus selama siaran simultan berlangsung;
  2. Semua penyelenggara penyiaran televisi nasional maupun lokal harus membuat perencanaan analog switch off masing-masing stasiunnya;
  3. Regulasi baru dibidang penyiaran perlu segera terwujud, dan dalam revisi UU Penyiaran no.32 Tahun 2002 harus ada kejelasan tentang:
    • Penyiaran Digital;
    • Mengenai Lembaga Penyiaran Lokal dan Komunitas;
    • Sinerginya koordinasi antara Pemerintah dengan Stasiun Penyiaran Nasional, Lokal, Komunitas, dan Lembaga terkait lainnya;
    • Dan lain-lain;
  4. Pemerintah harus memberikan perlindungan dan kesempatan pada industri dalam negeri untuk berperan dalam pengembangan industri penyiaran digital;
  5. Berkembangnya Bisnis Penyiaran yang sangat pesat, jangan hanya demi keuntungan para pemodal saja, tapi juga bagi para pengguna/pemirsa;
  6. Pemerintah harus bisa membantu pengadaan (hibah/memberi) paralatan untuk Lembaga Penyiaran Publik, seperti halnya misal peran serta pemerintah dalam realisasi Universal Service Obligation (USO), Palapa Ring, Improvement on Television Transmitting Stations (ITTS);
  7. Pemerintah bisa membantu lembaga penyiaran lainnya (swasta) dengan memberikan pengurangan atau malah dengan pembebasan pajak untuk pembelian peralatan produksi, penyiaran, dan transmisi digital.

Demikianlah, semoga dengan adanya migrasi, peralihan dari teknologi penyiaran analog ke penyiaran televisi digital bisa menguntungkan semua pihak, baik itu para industriawan, penyelenggara produksi dan penyiaran televisi, serta masyarakat Indonesia pada umumnya. Indonesia adalah pasar yang sangat potensial……….. @tjartasim.

SALIWANG SAREREA

 

Ketika sang Guru kencing berdiri, para Murid kencing sambil berlari. Ketika layar televisi hanya menjadi panggung sandiwara, dan tontonan bukan lagi tuntunan.

Ketika lampu lalu lintas menyala kuning, tancap gas. Ketika jalur lambat menjadi parkiran dan tempat ngetem, serta trotoar jadi tempat pedagang kaki lima. Bila orang yang tidak jelas lebih pandai mengatur dan ditaati para sopir dibanding bapak-bapak Petugas.

Dapat uang tidak perlu kerja keras.
Yang sudah pasti menang dan tidak bersalah diharuskan bayar mahal, yang pintar-pintar diminta biaya sogokan agar lolos dan lulus, serta yang bisa memenuhi aturan dan tidak melanggar peraturan malah dipersulit. Bersalah dan tidak bersalah hanya berdasar aturan hukum, tidak dengan demi moral, etika, dan agama.

Borjuis masuk ke kampung dan perumahan-perumahan dengan judul Mini Market. Pengembang Rumah Kelas Kakap membuat Kluster, guna menghindari aturan dan peraturan. Perumahan di alam hijau nan asri, padahal berapa ribu tanaman dan pohon yang telah termusnahkan. Apartemen dan Rumah Mewah ditawarkan menghadap kelaut biru, berapa ribu rumah yang terendam banjir karena rawa dan pohon bakau yang hilang.

Kebenaran bukan lagi jadi rujukan. suka dan tidak suka adalah patokannya. Bila seseorang disukai maka sekalipun ia seorang Koruptor tetap disukai karena dasarnya suka. Pun sebaliknya seseorang yang tidak disukai, apapun kebaikan yang dilakukannya tetap saja tidak disukai.
Yang benar dikatakan sesat dan yang dilaknat Alloh dikatakan tidak apa-apa. yang berjuang untuk kepentingan rakyat dikatakan penjilat dan yang berjuang untuk kepentingan diri sendiri dan keluarganya sambil mengamankan posisi keluarganya dijadikan panutan.
Pergeseran nilai dalam masyarakat membuat galau sekaligus menyesatkan bagi generasi yang akan datang.
Batu-batu koral yang tidak dipedulikan namun paling sangat gaduh itu, hanya mau berbunyi sesamanya untuk saling bergesekan. Menghasilkan suara yang menurut mereka merdu, namun sesungguhnya suara itu akan menambah taburan dosa yang diciptakannya (kutbah Jum’at ).

JIKA AKU

Ujian Nasional akan tetap berlanjut, tapi tidak untuk kelulusan. Siswa lulus atau tidak sekolah masing-masing yang menentukan. Percayalah, bahwa semua Pendidik ingin reputasi sekolah dan anak didiknya menjadi yang terbaik.
Ujian Nasional hanya untuk evaluasi/perbaikan kurikulum tahun berikut dan penyusunan rangking Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota serta sebagai bahan untuk pemberian beasiswa. Rangking Nasional akan dibiayai Negara, Rangking Provinsi, Kabupaten, dan Kota menjadi tanggung jawab Pemda masing-masing sebagai pemberi beasiswa. Maka generasi muda akan tetap bisa kembali dan membangun daerahnya sendiri, dan Negara mendapatkan yang terbaik di tingkat Nasional.
Bulan Ramadhan semua sekolah akan diliburkan, logikanya masih cukup banyak waktu untuk belajar pengetahuan umum di sekolah.
Dulu, di Perguruan Tinggi menjadi Sarjana harus lima atau enam tahun, sekarang bisa hanya tiga atau empat tahun saja. Di tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas harus tiga tahun, sekarang bisa dengan dua tahun saja.
Jadi, apa keberatannya kalau bulan Puasa libur?
Selama liburan Puasa anak-anak bisa belajar agama dengan orang tuanya di rumah, belajar agama di pesantren-pesantren. Insyaallah dalam lima tahun kedepan akan tercipta generasi bangsa yang cerdas pandai, beriman dan bertaqwa. Aamiin…..
Sang Ayah bisa mengatur libur kantornya untuk berkunjung kepada sanak saudara bersama istri dan anak-anak. Berlibur, bersilaturahim, dan berlebaran di kampung tidak akan kena macet jalanan, tidak kena tarif tinggi transportasi karena waktunya bisa diatur tidak mepet ke Idul Fitri.
Maka, tidak akan ada lagi drama arus mudik/balik, serta biaya tinggi untuk perbaikan jalan raya.

Akan ada APBN untuk pelaksanaan Popsi mulai tingkat Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas, dan kemudian akan berlanjut dengan POM untuk Perguruan Tinggi (Nasional dan/atau Asean).
Ingat Sang Juara tidak semua lahir dengan sendirinya, tapi harus juga diciptakan.
Kita akan menpunyai atlit berprestasi dunia guna mendulang medali emas pada cabang atletik dan renang. Ini adalah sebagai salah satu pertanggungjawaban Pemerintah dalam menciptakan generasi muda yang sehat jasmani, rokhani dan berprestasi.
Transportasi massal akan diperbanyak. Ongkos angkutan umum akan tidak dalam jumlah genap, tetapi akan menjadi dalam kelipatan tengah. Tujuannya agar harga-harga buat masyarakat kecil tidak akan membumbung tinggi, karena uang recehan/koin akan tetap laku dan harga kerupuk serta gorengan lainnya akan hanya lima ratus rupiah.
Untuk daerah/lokasi tertentu angkutan perkotaan harus ada kenek/kondekturnya, dengan dasar pertimbangan kecepatan layanan akan mengurangi kemacetan. Pengangguran dan kejahatan dengan sendirinya akan berkurang pula.

Pelaksanaan ganti untung lahan tidak hanya untuk pelebaran dan penambahan ruas jalan saja, tapi juga bagi pembebasan tanah di sekitar danau/situ yang berfungsi sebagai daerah resapan air, mengurangi banjir dan sebagai cadangan air di kala musim kemarau.
Tidak akan ada lagi izin Mini Market dan Cluster yang dibangun, karena hal ini hanyalah akal-akalan pemodal besar saja demi menghindari kewajiban-kewajibannya.
Maka roda perekonomian rakyat kecil akan berputar wajar dan tata ruang terbuka hijau tetap terjamin keberadaannya.

Tidak akan membabat dan mengeksploitasi hutan. Hanya laut sebagai sumber daya alam tak terbatas yang harus diberdayakan secara maksimal.

Gelora Bung Karno Senayan kembali dihijaukan dan akan menjadi pusat olahraga dan kesehatan murah, tidak bagi peruntukan komersial. Taman Ria Senayan akan menjadi hutan kota dengan danau nan asri sebagai penampung dan sumber air alami yang bersatu dengan kompleks persidangan Dewan sampai Kementerian Kehutanan.
Di pulau hijau tersebut hanya akan ada Televisi Republik Indonesia (TVRI), Taman Ria, DPR/DPD, dan Kementerian Kehutanan.

Sesuai amanah Undang Undang Dasar tahun Empat Puluh Lima, ekonomi kerakyatan melalui koperasi akan diutamakan. Sehingga rakyat kecil dan menengah mudah terbantu usahanya, yang ingin menabung tidak akan berkurang uang simpanannya seperti terjadi pada bank konvesional. Kasihankan penabung kecil sudah tidak bakalan dapat undian berhadiah, uangnya malah semakin habis diambil tuyul modern.
Akan tinggal dan berkantor di Istana, karena memang seharusnya. Penghematan ongkos-ongkos dan biaya pengamanan serta semua souvenir/gratifikasi menjadi milik Negara.

Akan selalu mencamkan bagian syair-syair lagu yang sangat syarat makna ini: Minal Aidzin Wal faidzin. Maafkan Lahir dan Batin. Selamat Para Pemimpin. Rakyatnya Makmur Terjamin” dan “Limpah Ruah Bumi Indonesia. Adil Makmur Sentosa. Baldatun Toyyibatun Warabbbun Ghafur. Pasti Terlaksana.”
Aamiin.

 

DUBBING

 

Dubbing yang akan dibahas kali ini adalah dubbing dalam pelaksanaan sulih suara untuk film ataupun video yang biasa dan sering kita tonton pada layar televisi di rumah.

Pengertian Dasar
Dubbing adalah:

  1. Penggantian suara percakapan asli dari suatu rekaman gambar pada pita video dan/atau film yang diterjemahkan   ke dalam bahasa lain, atau dengan suara orang lain yang tidak sama seperti yang tampak pada gambar (bukan oleh pemeran aslinya);
  2. Penggantian suara aktor/aktris akibat dalam pelaksanaan rekaman gambar/shooting ada gangguan suara-suara lain yang tidak diinginkan (noise yang berlebihan misalnya), dan/atau penggantian/perbaikan bila ada kerusakan pada dialog;
  3. Pengisian suara (voice over) ataupun pengulangan proses perekaman suara presenter (reporter, komentator, dan lain-lain) dari suatu paket acara tentang isi acara tersebut;
  4. Mengisi narasi atau illustrasi ke dalam pita video ataupun film;
  5. Pengisian suara penyanyi (vocal), melodi, musik pengiring, (tiup, gesek, dll) serta suara dan/atau bunyian lainnya pada track berikutnya dalam pelaksanaan rekaman suara.

Syarat Dasar Sulih Suara
Dalam melaksanakan sulih suara, ada beberapa syarat dasar yang memang harus ditaati dan tentunya tidak boleh dilanggar, diantaranya:

  1. Sinkronisasi gerak bibir dengan kata yang diucapkan harus tepat, terjemahan dari bahasa aslinya dengan misalnya lapal berbahasa Indonesia harus diusahakan terutama diakhir perkataan sama gerak bibirnya ( gerak bibir terbuka atau tertutup );
  2. Panjang kata ataupun kalimat diusahakan sama. Melaksanakan dubbing film maupun video untuk tontonan di bioskop dan/atau penyiaran di televisi, selain terjemahan kata harus betul, juga panjang setiap kata dan akhir dari ucapan/kalimat diusahakan sama panjangnya;
  3. Perhatikan faktor usia, gender, dan keselarasan suara. Dalam sulih suara selain faktor usia dan gender tokohnya, adalah juga keselarasan suara dubber dengan bahasa tubuh maupun ekpresi dari tokoh yang tampak di layar;
  4. Material film/video yang akan di sulih suara, jalur suara (track) harus sudah terpisah antara dialog, atmosphere, illustrasi maupun sound effect.

Material/bahan
Materi film/video yang memang akan di sulih suarakan, jalur (track) suara biasanya sudah terpisah, yaitu:

  1. Dialog, atmosphere, illustrasi, dan sound effect jalur suaranya semua terpisah, jadi minimal akan ada 4 (empat) track/jalur suara;
  2. Dialog satu track sendiri, sedangkan atmosphere, illustrasi, dan sound effect bisa sudah tergabung dalam satu track lainnya, jadi hanya ada 2 (dua) track/jalur suara;
  3. Dialog dan atmosphere dalam satu track, sedangkan illustrasi dan sound effect dalam track lainnya, juga hanya ada 2 (dua) track/jalur suara;
  4. Kadang kombinasi pemisahan suara ini, kecuali dialog, bukan hanya terpisah tracknya, tetapi juga benar-benar terpisah dalam kaset/pita yang lainnya (audio tape, dan lain-lain).

Semua varian pemisahan dan kombinasi dari jalur suara (track) ini akan mempengaruhi tingkat kesulitan serta mudahnya dalam pelaksanaan sulih suara.

Agar Murah dan Mudah
Ada beberapa hal mendasar yang harus terpenuhi agar sulih suara berbiaya rendah, sangat mudah, dan lebih singkat dalam pelaksanaannya, diantaranya:

  • Pergunakan microphone dengan karakteristik Multi Polar/Variable Polar Pattern, agar bisa untuk satu. dua, dan/atau untuk banyak orang (dubber);
  • Ketika pengadaan/pemilihan materi film/video, dialog, atmosphere, sound effect, illustrasi dan lainnya harus benar-benar yang terpisah jalur/track suaranya;
  • Pelaksanaan sulih suara dilaksanakan hanya pada audio multi track, setelah selesai mixing, baru dikembalikan (transfer/layback) ke (pita) master (gambar)

Kebiasaan Sulih Suara
Umumnya kebiasan sulih suara pada film/video tiap negara bebeda-beda, tergantung kebijakan dan aturan yang berlaku di negara tersebut, kebutuhan pasar dan bisnis, serta tentunya kreatifitas dari insan perfilman dan televisi di negara masing-masing. Diantaranya:

  • Pada beberapa negara di Eropa ( terutama Inggeris dan Belanda ) film ataupun video anak-anak biasa di sulih suara, tapi film/video untuk orang-orang dewasa cukup dengan terjemahan saja (sub title). Lain halnya di Jerman, hampir semua film/video asing diputar/disiarkan sudah berbahasa Jerman;
  • Di Yunani, semua film/video diputar/disiarkan tetap dalam bahasa aslinya, walaupun ada beberapa film/video kartun disiarkan dalam dua versi, yaitu tetap dalam bahasa aslinya atau disulih suarakan;
  • Penyiaran film dan/atau video di televisi kadang ada yang dilaksanakan dalam dua bahasa/bilingual.

Kontroversi Dubbing
Film dan/atau video kartun yang sudah disulih suara menjadi mudah dipahami anak-anak, tapi sekaligus bisa menjadi racun baginya. Mengingat anak-anak belum bisa mencerna baik ataupun buruk serta akibatnya (anak-anak cenderung meniru, maka perlu bimbingan orang tuanya).
Banyak ahli menganjurkan, biarkan film/video anak (kartun) dalam bahasa aslinya. agar anak-anak hanya menyerap yang baiknya saja, dan bisa berkhayal seperti mereka melihat keindahan awan di angkasa dalam bentuk serta keindahan imajinasi masing-masing anak.
Begitu pula, film ataupun video yang disulih suara dianggap menggagahi dan merusak hak cipta serta orisinilitas karya seseorang.

Sebaiknya Anda Tahu

  1. Atmosphere, adalah suasana/latar belakang suara yang selalu ada (derau), yang menunjukkan lokasi dari suatu produksi acara. Dalam hal lain biasa disebut dengan International Track Sound (IT Sound), Wild Track, Roomtone, dan lain sebagainya;
  2. Sound Effects, adalah suara sebenarnya ataupun suara-suara buatan yang menyerupai suara aslinya guna menambah kesan (mis:dramatis) dari suatu adegan/scene. Kadang biasa juga ditambah dengan suatu Music Smash;
  3. Track (Sound Track), adalah bagian tertentu/pembagian jalur rekaman suara yang merupakan informasi yang menyertai gambar;
  4. MA (Multi Audio) Studio, adalah studio dan ruangan kontrol yang biasa dipergunakan untuk penggantian, mengisi, menambah, membuat, memanipulasi, dan sinkronisasi suara dengan gambar (final mixing).

BUNGA RAMPAI AnB.
Dipetik dari “ Kumpulan Istilah Penyiaran, Film dan Teknologi Informasi ”, Sunaryo, MMTC, Yogyakarta, 2007.

AUDIO LAYBACK: Proses pencampuran sinyal audio yang mempunyai beberapa jalur rekaman suara untuk direkam kembali di pita VTR sinkron, hingga dihasilkan gambar yang sinkron/serempak dengan suaranya.

BALANCE (AUDIO):

  1. Penempatan sumber-sumber suara pada suatu program acara radio/televisi dalam hubungan antara masing-masing sumber suara dengan mikrofon, untuk mempengaruhi gaya suara (tonal) dan perspektif suara;
  2. Sound balance dapat juga berarti perbandingan relatif antara amplitude komponen-komponen suara yang digabungkan menjadi satu hingga membentuk suatu program acara radio/televisi. Komponen-komponen suara dapat berupa dialog dengan musik latar belakang (pengiring), penyanyi tunggal dengan paduan suara atau beberapa alat musik yang tergabung pada kelompok musik atau orkestra.

 

 

 

TELECONFERENCE

Teleconference yang dimaksud di sini adalah salah satu format siaran televisi yang memungkinkan seorang reporter/pewawancara atau siapapun yang berkepentingan untuk melakukan wawancara jarak jauh dari studio atau satu lokasi tertentu dengan seseorang atau orang-orang di beberapa tempat yang berbeda, dan lazimnya dilakukan dalam Siaran Langsung.
Teleconference sering dilaksanakan untuk acara-acara kenegaraan, atau bisa juga dalam rangka misalnya peresmian kilang minyak/pembangkit listrik baru, dan/atau acara apapun di suatu daerah terpencil/sulit dijangkau dengan tujuan untuk mengurangi biaya serta waktu perjalanan bila yang akan meresmikan harus berada di lokasi tersebut. Sebelum penandatangan prasasti atau pemukulan gong secara resmi, biasa dilakukan Wawancara Jarak Jauh terlebih dahulu.

Pengertian Dasar Lainnya
Teleconference atau Wawancara Jarak Jauh/Percakapan Jarak Jauh bisa dilakukan hanya suaranya saja tetapi juga bisa dalam format suara bersama gambar secara bersamaan, baik seperti percakapan antara dua orang dari dua tempat yang berbeda, ataupun melibatkan beberapa orang dari beberapa lokasi yang berbeda pula. Format Teleconference yang sering dilaksanakan dalam kegiatan sehari-hari, baik dalam rutinitas kerja maupun dalam kegiatan penyiaran diantaranya adalah:

  • Audio Conference, adalah pertukaran informasi dengan medium panggilan telepon untuk lebih dari dua orang dalam waktu bersamaan. Bisa dilaksanakan dari suatu ruangan di kantor pusat misalnya dengan kantor cabangnya di lain tempat/ di daerah lain.

Audio Conference dalam bentuk yang sederhana adalah dengan mempergunakan fasilitas Conference Call, biaya memang sangat murah tetapi mungkin bisa kehilangan koneksi antar personal karena tidak melihat wajah dan ekspresi pembicara serta harus disusun dengan baik alur pembicaraan agar tidak banyak waktu yang terbuang percuma akibat rebutan bicara.
Agar Audio Conference lebih nyaman dilaksanakan, selama conference ber langsung, bisa memanfaatkan microphone dan loudspeaker sebagai peralatan tambahannya.

  • Video Conference/Videoteleconference, adalah komunikasi interaktif antara dua pihak atau lebih pada lokasi yang berbeda dan berinteraksi melalui pengiriman (dua arah) suara serta gambar secara bersamaan.

Salah satu keuntungan dalam video conference adalah peserta bisa saling melihat lawan bicara melalui monitor/layar televisi dan mendengar satu sama lain lewat speaker monitor. Video Conference bisa dengan menggunakan fasilitas gelombang mikro, melalui satelit, video streaming, dan lain-lain.
Seperti semua teknologi komunikasi jarak jauh pada umumnya, video conference selain untuk keperluan media penyiaran, biasa juga dimanfaatkan untuk pendidikan, bisnis, keperluan medis, hiburan, dan lain-lain.
Video Conference/Videoteleconference idealnya punya satu ruangan khusus untuk pelaksanakannya, kecuali pada stasiun televisi karena sudah punya studio produksi/penyiaran.
Video teleconference sederhana (live cross), sayang sampai saat ini masih banyak reporter di daerah ”bengong” dulu sebelum mulai menyampaikan laporannya.

Keterangan:

  1. Vanda (gambar dan suara) dari satu/beberapa lokasi di daerah dikirim (up link) ke Jakarta (downlink) misalnya sebagai Pusat Siaran, digabung dengan gambar dan suara pewawancara, kemudian disiarkan di Jakarta dan dikirim kembali (uplink) ke daerah sebagai Siaran Nasional untuk konsumsi di lokal masing-masing daerah;Suara pewawancara (talent/mix minus) dikirim ke daerah-daerah untuk kemudian bisa didengar melalui earphone atau speaker khusus untuk yang diwawancarai;
  2. Bila diperlukan, suara dari Jakarta ini dicampur dengan suara asli daerah (yang diwawancarai) untuk kebutuhan para tamu undangan/audience;
  3. Di daerah, pengaturan gambar di layar monitor harus tepat dan sesuai dengan kebutuhannya, agar bisa mengurangi dampak ketidaksinkronan antara gambar dengan suara;
  4. Peralatan lainnya yang dibutuhkan, misalnya: Kamera/Jaringan Video, Webcam, perangkat Komputer, pesawat Televisi/Monitor, Audio System, Jaringan Telepon/Internet, dan lain-lainnya sesuai kebutuhan.
  • Live Interaktif, adalah salah satu format acara siaran langsung baik di radio maupun televisi, berupa wawancara jarak jauh/interaksi antara Penyiar/ Reporter/Host ataupun Pewawancara di studio dengan seseorang di suatu tempat atau di rumah-rumah.

Siaran Live Interaktif
Siaran Live Interaktif di televisi, adalah Siaran Langsung (Live Event) yang dalam pelaksanaannya ada segmen wawancara jarak jauh antara Reporter/Moderator/Host ataupun Pengisi Acara di studio televisi dengan Pemirsanya di rumah-rumah, baik itu misalnya dalam acara Talk Show, Dialog Interaktif, dan lain-lain.
Pemirsa di rumah bisa melihat gambar yang berada di studio, tapi di studio hanya bisa medengar suara penelpon saja.
Wawancara seperti ini lebih sering dilaksanakan melalui/memanfaatkan saluran telepon

Pelaksanaan dan Fasilitasnya

  1. Di studio, Penyiar/Moderator/Host harus memakai earphone untuk mendengar komando baik itu dari Pengarah Acara/Produser dan atau suara penelpon dari rumah, sedangkan untuk peserta lainnya serta audience yang berada di studio bisa lewat loudspeaker;
  2. Di rumah, penelpon mendengar suara dari studio bisa lewat pesawat telepon itu sediri atau lewat suara di pesawat penerima siaran televisi;
  3. Dibutuhkan fasilitas Hybrid untuk memperbaiki kualitas suara telepon yang terhubung dan untuk pengaturan antara suara yang masuk (receive/Rx) dengan suara yang dikirim (send/transmit/Tx). Sedangkan untuk meningkatkan kejelasan/kualitas dari sinyal suara, bisa ditambahkan peralatan seperti misalnya, Acoustic Echo Cancellation guna mengurangi masalah-masalah seperti feedback/howling, reverb/gaung, echo/ gema dan Audio Delay untuk sinkronisasi bila ada masalah tidak tepatnya bukaan mulut dengan suara yang diucapkan (dalam Video Conferencing);
  4. Untuk pelaksanaan Live Interaktif yang sederhana, di Sub Control studio bisa juga hanya dengan mempergunakan pesawat telepon (tanpa hybrid) yang mempunyai fasilitas Handsfree/Speakerphone, tentunya dengan sedikit modifikasi.

Catatan untuk TVRI
Teknologi penyiaran televisi digital, akan sangat banyak manfaatnya baik itu untuk \penyelenggara penyiaran maupun bagi masyarakat/pemirsa. Tersedia aplikasi-aplikasi yang bersifat interaktif yang bisa membantu kebutuhan interaksi antara penyelenggara penyiaran dengan penggunanya (pemirsa) baik itu yang bersifat komersial (misal: tele-news, tele-shoping, dan lain-lain) maupun non komersial (misal: tele-education, tele-medecine, dan lain-lain).
Konvergensi telekomunikasi dengan teknologi informasi membuat penyiaran televisi bisa lebih bervariasi baik dari segi konten maupun ragam acaranya dengan biaya yang bisa lebih murah, begitu pula penyewaan satelit dan teknologi streaming. Sangat disayangkan bila tidak digunakan dua puluh empat jam penuh.
Fasilitas Satelit dan Video Streaming (VPN IP) bisa juga misalnya dimanfaatkan:

  • Buat pesan, komunikasi, dan/atau koordinasi internal perusahaan (audio dan/ atau video conferencing), lebih murahdibanding biaya beramai-ramai ke Jakarta;
  • Untuk penyelenggaraan siaran khusus Lokal maupun Regional, jadi selain hanya peruntukan pengiriman berita/paket acara saja. Bisa bergantian setiap TVRI Daerah sebagai penyelenggara siaran Regional;
  • Untuk pelaksanaan penyiaran Conference System (acara: Pendidikan, Musik, Talk Show, Pemilu, dan lain-lain), jadi tidak hanya untuk Live Cross pada program berita saja;
  • Guna pengiriman/penyimpanan program (arsip/dokumen) daerah di kantor pusat, bisa dikembangkan untuk bisnis perusahaan (mis.VOD).

Seharusnya TVRI adalah pemilik (dokumen) film/video terbesar di Indonesia, bukan malah menyewa dari Arsip Nasional.

SELAMAT TAHUN BARU, TVRI

Selamat Tahun Baru. Semoga dengan sudah lengkapnya jajaran Direksi, TVRI di tahun 2015 bisa bekerja maksimal dalam pelaksanaan (pelayanan) Siarannya, aamiin……

Banyak acara TVRI yang baik, sangat baik malah. Dari mulai buka siaran sampai dengan pukul 10.00 WIB sudah pasti ditonton pemirsa TVRI. Tapi yang namanya penonton selalu tidak akan pernah terpuaskan, karena memang tidak semua segmen penyiaran akan bisa memenuhi harapan pemirsa TVRI yang sangat beragam baik budaya dan tingkat pendidikannya.
Tapi, Televisi Republik Indonesia sebagai Lembaga Penyiaran Publik tentu harus bisa memenuhi tujuan dari penyiaran, yaitu untuk membina watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa, mencerdaskan, memajukan kesejahteraan umum secara demokratis serta adil terutama bagi kaum marjinal, minoritas, anak-anak dan usia lanjut.
Terlalu banyak tugas dan fungsi TVRI, semuanya sangat mulia.

Semoga kinerja TVRI di tahun 2015 ini bisa lebih tinggi dibanding tahun 2014, selamat bekerja!
Nah, sebagai bukti bahwa penulis sangat suka TVRI, maka disampaikanlah ini dengan penuh cinta.

Front Office

Beranda terdepan TVRI sudah pasti Layar, tetapi masih ada lagi beranda samping yang belum tertata secara benar, misalnya:

• Lobby, tidak ada penerima yang ramah menyapa tamu yang datang. Tidak ada layar sentuh tersedia yang bisa memberi apapun yang dibutuhkan karyawan dan terutama bagi para tamu. Tidak ada layar televisi dengan siaran dari seluruh TVRI Daerah;
• Sentral Telepon, belum pernah ada lagi kemudahan bisa menelepon TVRI. Yang ada hanya nada sibuk dan/atau tidak ada yang menjawab. Tidak ada suara merdu yang bisa membantu berkomunikasi dengan insan TVRI. Tidak ada nada tunggu baik lagu maupun berupa suara isi acara siaran TVRI.
Saatnya TVRI mempunyai sentral telepon yang baik, dengan sentral yang mumpuni ke daerahpun bisa berkomunikasi tilpon gratis, bisa beraudio conference bagi para pimpinan TVRI.

Kurang Berani
TVRI dalam penyelenggaraan siarannya banyak mengisi waktu dengan promo-promo acara, tentang Judul Acara, Hari dan Waktu Tayang, mungkin tidak dan/atau belum pernah menyampaikan bahwa TVRI adalah lembaga penyiaran yang independen dan netral, serta mempunyai fungsi memberikan layanan untuk kepentingan publik.
Nyatakan dalam tayangan, bahwa TVRI Independen, Netral, dan tidak Memihak!

Tidak Taat Azas
Sayang TVRI saat ini lebih suka menempelkan huruf (f) dan gambar (burung) di layar siarannya dari pada huruf dan angka seperti “ P, A, R, D18+, dan SU2+ “. Padahal penggolongan program siaran, klasifikasinya, peringatan dan himbauan tambahan tentang arahan serta bimbingan orangtua mengenai program dan isi siaran lebih layak untuk ikut tampil.
Ini wajib lho.

Hallo DKI.
TVRI DKI sejak masa jaringan FTP sampai dengan penggunaan VPN saat ini masih tidak berlaku adil dalam Berita Megapolitan, masa hanya Jabanustra sedangkan semua suku bangsa Nusantara sudah bermukim di Daerah Khusus Ibukota Indonesia ini, masa tidak terlayani.

Lembaga Penyiaran Publik
Lembaga penyiaran swasta sudah mulai berpaling dan mengambil tugas kepublikan dalam penyelenggaraan penyiarannya, kearifan lokal akan menjadi menu utamanya bila kewajiban berjaringan sudah diharuskan. Stasiun Penyiaran TVRI di daerah akan bersaing sangat berat dalam tugas penyiarannya (bersaing dengan teve lokal dan swasta nasional), maka TVRI tidak boleh mengingkari dan menjauhi tugas utamanya.
Jangan selalu menghitung jumlah kepala, tapi isilah kepalanya.

Pembinaan
Pembinaan penonton TVRI sudah dimulai dengan semakin banyaknya acara untuk anak-anak di TVRI. Bila TVRI punya acara untuk Anak Usia Dini, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah, dan/atau buat Mahasiswa berupa pemupukan kecerdasan, kecepatan, ketangkasan, dan pembelajaran teknologi tepat guna. Penontonnya bisa dihitung dengan tepat tanpa riset dan mereka selalu akan menjadi terbiasa menonton TVRI, walaupun mungkin hasilnya baru lima tahun kemudian bisa terwujud.
Pembinaan melalui kegiatan Off Air dari Pengembangan Usaha (gathering, dll) , Puslitbang (FGD,Riset non Rating, dll), dan Pusdiklat (demo/pelatihan di kampus, pemda, dll) perbanyak lagi.

Riset Penyiaran
Untuk mengukur kinerja, TVRI perlu melaksanakan riset penyiaran untuk mengetahui respon penonton terhadap program acara yang sudah disiarkan (riset rating) maupun upaya untuk mengetahui prospek program acara yang akan disiarkan serta perbaikan untuk program unggulan (riset non rating, FGD misalnya).
Umpan balik dari penonton bisa diperoleh (salah satunya) melalui riset penyiaran, Puslitbang TVRI bisa melaksanakan dan melakukannya, bisa bersama TVRI Daerah, lembaga riset independen, dan/atau dengan Perguruan Tinggi yang ada di daerah. Tentu hasil riset lebih dipercaya bila bekerjasama dengan perguruan tinggi dibanding bila hanya dilaksanakan sendiri.

Peluang
Penyelenggara penyiaran komersial sangat tidak suka menyiarkan acara olahraga Multi Events. tugas Pemerintah bersama TVRI melaksanakan penyiarannya. Kita kembalikan pajak dari rakyat berupa tontonan olahraga yang mungkin bisa memupuk prestasi dunia olahraga Indonesia.
Host Broadcaster TVRI bersama Pemerintah, tanpa iklan komersial, pasti nikmat ditonton.

TVRI Hebat
Ya, TVRI hebat bila bisa menjadi Host Broadcaster Sea Games 2015, PON Jabar 2016, dan Asian Games 2018. Masih banyak kesempatan untuk menganggarkan pengadaan peralatan, tinggal kemauan dan kepiawaian meyakinkan Pemerintah.
Lembaga penyiaran tertua wajar dong bisa mengkoordinir semua lembaga penyiaran televisi baik lokal maupun swasta untuk pelaksanaanya.

Three in One (3in1)
Banyak cara mengefektifkan anggaran yang ada dan bagaimana kita membuat siaran ulang yang terencana, diantaranya:
Three in one, adalah salah satu cara untuk menyiasati bagaimana dengan biaya yang sama besarnya bisa menghasilkan suatu produksi acara televisi dengan kualitas dan bobot yang yang tinggi dalam penyiarannya.
Caranya, 3 (tiga) paket biaya produksi acara dihimpun dalam 1 (satu) pelaksanaan produksi acara televisi, untuk 3 (tiga) kali penyiaran.
Pertama, siaran live, kedua siaran ulang, dan ketiga disiarkan kembali setelah dilakukan pasca produksi (remix, montage, dll). Jadi tiga biaya produksi, satu kali produksi, dan tiga kali penyiaran. Keuntungannya, hemat biaya dekorasi/listrik, bisa mendapatkan artis mahal berkualitas, lokasi yang bagus, iklan sponsor lebih banyak dan pelaksana bisa dibayar tinggi.
Bisa juga pelaksanaan produksi/penyiaran acara ini secara Twenty One (Two in One).

Jadi
Jadi, tidak sulit menjadi pelayan publik. Ada Undang-Undang tentang Penyiaran, walau katanya akan di revisi. Peraturan Pemerintah No.11 dan 13 Tahun 2007 serta P3 dan SPS Komisi Penyiaran Indonesia.
Tinggal ikuti, taati, dan laksanakan, cukup!

Catatan Akhir Tahun 2014
• Bumper in/out, masih banyak yang tidak diisi promo dan/atau iklan (ataukah memang tidak pernah diketahui keberadaan bumper ini).
• Anchor, terlalu sering menyebut TVRI Stasiun A, B, C, padahal cukup singkat dan hemat bila hanya dengan menyebut TVRI ABC, tanpa penyebutan kata Stasiun.
• Tulisan/Caption, seharusnya tidak semua dibiarkan tanpa suara bacaannya, karena ada pemirsa yang berkebutuhan khusus. Jadi tidak hanya diiringi musik /ilustrasi saja, tapi bacalah!
• AC Sentral, harus terpelihara dengan baik, kalau tidak akan banyak sekali penambahan AC Split yang tidak terkendali. Selain susah menghitung beban listrik terpakai juga membuat kumuh ruangan/kantor, terutama di tangga darurat (apalagi dengan banyaknya barang tidak terpakai berserakan di tangga). Padahal tangga darurat adalah jalur evakuasi bila terjadi kebakaran dan/atau gempa bumi.
• Dokumentasi, seyogyanya TVRI yang sudah akan berusia 53 tahun mempunyai sistem dokumentasi yang sangat lengkap, bukan saja mengenai sejarah bangsa tetapi juga kumpulan-kumpulan kearifan lokal suku bangsa di Nusantara. Sayang sistem peralatan yang memadai untuk pendokumentasian kegiatan dan produk acara TVRI belum pernah punya. Seharusnya TVRI mempunyai data (dokumentasi) centre management sendiri (menyewa juga bisa) yang canggih/besar, bisa menerima dan saling berkirim dokumen dengan daerah, dan bisa memberi baik gratis ataupun berbayar (VOD) bagi masyarakat.

Akhirul Kallam
Profesional, perlu. Lebih perlu lagi adalah kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.
Bekerja Ikhlas tanpa Pamrih bisa bernilai lebih dibanding pekerja profesional, bekerja ikhlas tanpa pamrih adalah lebih dari profesional………….