200 tahun Kebun Raya Bogor (Bogor Botanical Garden) – 21 photos

https://www.dropbox.com/sc/673nsu618rb158z/AAAhQPOWeyWNrKArbGw7BQNUa

18 Mei 1887 – 2017.
Kebun Raya Bogor, merupakan Taman Hayati Nusantara yang menjadi kawasan resapan air dan paru-paru utama bagi kota Bogor.

Advertisements

Pemberantasan Korupsi

PEMBERANTASAN KORUPSI

Ceritera ini dalah kumpulan Cerpen yang ada dan berkembang di masyarakat, baik dalam guyonan di televisi, koran-koran maupun dalam obrolan sehari-hari. Ada Pemberantasan Koruptor, tentang Kakek, Ayah Budiman, dan lainnya, silakan disimak.

Koruptor
Dalam suatu Seminar Pemberantasan Korupsi, banyak hal dipaparkan tata cara bagaimana memberantas para Koruptor:
A. Koruptor harus dimiskinkan;
B. Koruptor dihukum mati;
C. Koruptor dibuang ke Bulan.
Sepakat bulat usulan dari C disetujui.
“Tapi, lalu siapa yang tinggal di Indonesia?”

Kakek
Suatu hari seorang Kakek datang ke tempat service HP.
“Ada yang bisa Kami bantu Kek?”
“Ini minta perbaiki, HP kakek rusak.”
“Sudah berapa lama?”
“Lima harian Nak!”
“Coba sini Kek saya periksa.”
“Tidak ada yang rusak Kek, nih masih bagus, masih berfungsi dengan baik.”
“Tapi, kenapa ya Anak dan Cucu kakek tidak ada yang nilpon.”
????????

PULANG
Dalam suatu obrolan sesama lelaki, ada percakapan yang ternyata jawabannya berbeda antar mereka.
pertanyaan tersebut adalah, “Apa yang dilakukan ketika anda terbangun tengah malam?”
Pertama: “Saya ambil segelas air putih dan meminumnya hingga habis.”
Kedua: “Saya pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.”
Ketiga: “Saya kembali menonton siaran televisi.”
Keempat: “Saya pulang!”
Kelima: ???????

PERUBAHAN ZAMAN
Seorang laki-laki separuh baya ditanya oleh temannya yang juga seusianya.
“Enakan mana jaman Orde Baru apa Era Repormasi?”
“Enakan Jaman Orde Baru dong!”
“Lho kok bisa.”
“Iya dong, karena waktu itu Aku masih muda.”
?????????

DAGING AYAM KESUKAAN AYAH
“Ayah, kok suka sekali makan kepala dan ceker ayam?”
“Padahal dada sama pahanya lebih enak buat dimakan?”
“Itu karena Kamu dan Bundamu tidak suka kepala dan ceker ayam goreng?”

 

ANALOGUE SWITCH OFF

Analog switch-off atau biasa juga disebut digital switchover adalah saatnya di mana siaran televisi analog diubah dan digantikan oleh siaran televisi digital.
Peralihan dari sistem penyiaran televisi analog ke digital merupakan hal yang tidak bisa dihindari, suatu keharusan, termasuk di negara kita. Karena sudah terbukti bahwa teknologi Televisi Digital mempunyai keunggulan dan memberikan banyak manfaat dalam penyiaran televisi bagi masyarakat dibandingkan dengan siaran Televisi Analog.

Manfaat dari keunggulan televisi digital tersebut diantaranya:

  • Bisa meningkatkan kualitas konten dan bermacam variasi program siaran, karena dalam satu kanal bisa terdiri dari beberapa program beserta data sekaligus;
  • Mampu mendistribusikan satu konten program melalui berbagai jaringan dan perangkat penerima. Jadi bila berkonvergensi dengan media TIK lainnya, siaran televisi digital bisa dinikmati secara interaktif dan pemirsa Smart TV bisa saling berinteraksi satu dengan yang lainnya;
  • Bisa menghasilkan kualitas gambar dan suara yang lebih baik serta penerimaan yang stabil walaupun nanti misalnya pada perangkat penerima bergerak;
  • Lebih nyaman, pemirsa bisa menikmati siaran televisi dengan layar HDTV yang lebih lebar (format 16:9);
  • Lebih murah dalam pengadaan sarana dan prasarana baik untuk produksi / penyiaran maupun transmisi, hingga bisnis penyiaran televisi akan mudah berkembang seiring dengan kemajuan teknologi digital.

Masa Transisi
Masa transisi atau masa peralihan dari sistem televisi analog ke sistem penyiaran televisi digital telah dimulai secara bertahap, sejak dari pemilihan standar sampai dengan terlaksananya penyelenggaraan penyiaran televisi digital.
Dalam masa transisi ini agar tidak ada yang terugikan, tentunya harus ada periode siaran simultan (simulcast/dual transmission), yaitu stasiun televisi yang telah bersiaran digital harus tetap menghidupkan pemancar analognya agar program siarannya pada saat bersamaan masih bisa ditonton baik pada pesawat penerima televisi analog maupun digital.
Dengan kata lain, bahwa siaran analog masih bisa diterima oleh pesawat penerima analog, siaran digital bisa diterima oleh pesawat penerima digital maupun analog (pesawat penerima siaran televisi yang ada sekarang) dengan menggunakan Set Top Box (STB), dan bisa diterima oleh pesawat televisi sekarang yang sudah bisa menerima baik siaran analog maupun siaran digital sekaligus.

Selama masa siaran simultan, pemerintah harus bisa mendorong percepatan proses peralihan ini. Kebijakan pemerintah dan dana pemerintah bagi lembaga penyiaran serta masyarakat pemirsa tentunya ikut berperan penting dan sangat menentukan bisa terlaksana penyiaran total digital sesuai tenggat waktu yang diberikan.
Mengingat bahwa dalam masa transisi ini, tentu bukan hanya ada masalah konversi televisi analog terestrial ke digital terestrial saja, termasuk juga didalamnya konversi kabel analog ke digital serta satelit analog ke digital.

Tahapan Migrasi Total ke Penyiaran Digital
Di Indonesia proses migrasi dari sistem penyiaran analog ke penyiaran televisi digital telah dimulai sejak tahun 2009, dan Kementrian Kominfo merancang implementasi siaran digital secara bertahap baik masalah regulasi, sarana maupun prasarananya untuk setiap zona, sebagai berikut:

Roadmap Infrastruktur TV Digital

Sumber: ICT White Paper 2010

Total Digital
Pemerintah telah memutuskan sistem Digital Broadcasting Terrestrial (DVB-T) untuk standar penyiaran televisi digital di Indonesia, yaitu berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor: 07/P/M.KOMINFO/3/2007 tanggal 21 Maret 2007 tentang Standar Penyiaran Digital Terestrial untuk Televisi Tidak Bergerak di Indonesia.
Disusul kemudian dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 05/PER/M.KOMINFO/2/2012 tanggal 2 Februari 2012 tentang Standar Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (free-to-air), DVB-T2 (DVB-T generasi ke-2) ditetapkan menjadi Standar Penyiaran Televisi Digital di Indonesia menggantikan standar DVB-T.

Ada 3 (tiga) tahapan sebelum benar-benar siaran digital dilaksanakan secara penuh di Indonesia (Kementrian Komunikasi dan Informatika/White Paper 2010), yaitu:

  1. Tahapan siaran simultan (2010-2014), yakni siaran berbarengan antara penyiaran televisi analog dengan digital;
  2. Tahapan dalam mana penyiaran televisianalog di beberapa wilayah akan dimatikan (2014-2017);
  3. Setelah tahun 2017, semua siaran televisi analog akan dimatikan/digital switchover.

Masa waktu peralihan dari teknologi analog ke digital tiap negara berbeda-beda, ada yang secara bertahap seperti di Inggeris, ada juga yang sekaligus (Belanda) satu tanggal mematikan layanan analognya.

Jadwal dan waktu peralihan ke penyiaran total digital untuk beberapa negara di dunia, diantaranya: (Sumber,Wikipedia)

  • 20..: ………………….
  • 2010: Belgium, Spain, Latvia, Estonia, Jersey, Guernsey, Slovenia, San Marino, Luxembourg, Croatia
  • 2011: Israel, Monaco, Austria, Cyprus, Malta, France
  • 2012: Arab world, Japan, Serbia, Portugal, Czech Republic, Taiwan, Italy, Kenya, Canada, Ireland, Lithuania, United Kingdom, Gibraltar, South Korea, Azerbaijan, Bolivia,Slovakia
  • 2013: Bulgaria, Macedonia, Moldova, Poland, New Zealand, South Africa, Zimbabwe, Iceland, Australia
  • 2014: Turkey
  • 2015: Romania, Hungary, India, Ukraine, Hong Kong, Iran, Mexico, Philippines, Russia, United States, Uruguay, Algeria, Libya, Morocco, Tunisia, Mauritania, Western Sahara,Brunei, Rwanda
  • 2016: Brazil
  • 2017: Chile, Thailand
  • 2018: Indonesia, Costa Rica
  • 2019: Colombia, El Salvador, Argentina
  • 2020: Venezuela, Peru, Malaysia, Singapore
  • 2024: Cuba
  • 2026: Vietnam
  • 203…

Mengapa harus migrasi ke Televisi Digital
Mengapa kita harus migrasi ke sistem penyiaran televisi digital? Karena selain menjanjikan solusi dan banyak keunggulan-keunggulan sistem penyiaran televisi digital dibanding dengan sistem penyiaran televisi analog, juga ada berbagai alasan, diantaranya adalah:

  • Kemajuan teknologi ICT yang sangat pesat, di mana telah terjadi konvergensi antara telekomunikasi, komputer, dan penyiaran televisi;
  • Perangkat peralatan analog yang akan semakin sulit ditemukan lagi di pasaran, dan harganya akan semakin mahal sedangkan perangkat digital cenderung menjadi lebih murah;
  • Efisiensi, karena pada televisi digital satu kanal frekuensi bisa digunakan untuk beberapa program/acara siaran;
  • Cepat atau lambat seluruh sistem penyiaran televisi dunia akan beralih ke digital.

Sumber: ICT White Paper 2010

Peluang, Tantangan, dan Harapan
Sistem siaran digital merupakan sistem penyiaran baru pengganti sistem siaran analog yang selama ini ada. Teknologi yang berkembang pesat, ketersedian peralatan yang semakin terbatas, sedangkan tingkat kepuasan masyarakat dan kebutuhan komersial semakin tinggi. Maka keinginan adanya sistem penyiaran baru menjadi tidak terelakkan.
Sistem penyiaran digital memberikan banyak peluang dari semua harapan yang bisa didapat dari kemajuan teknologi penyiaran dunia, hingga sistem penyiaran baru televisi akan menjadi media yang sangat strategis dalam memberikan layanan kepada masyarakat dan pemirsanya.
Dalam setiap perubahan tentu akan selalu ada rasa ragu dan kekhawatiran-kekhawatiran. Semuanya merupakan tantangan yang harus bisa dilalui dengan optimisme tinggi oleh setiap pemangku kepentingan, dan agar migrasi ini berjalan mulus harus selalu ada yang perlu dilakukan, diantaranya:

  1. Sosialisasi penerapan teknologi digital secara terus-menerus selama siaran simultan berlangsung;
  2. Semua penyelenggara penyiaran televisi nasional maupun lokal harus membuat perencanaan analog switch off masing-masing stasiunnya;
  3. Regulasi baru dibidang penyiaran perlu segera terwujud, dan dalam revisi UU Penyiaran no.32 Tahun 2002 harus ada kejelasan tentang:
    • Penyiaran Digital;
    • Mengenai Lembaga Penyiaran Lokal dan Komunitas;
    • Sinerginya koordinasi antara Pemerintah dengan Stasiun Penyiaran Nasional, Lokal, Komunitas, dan Lembaga terkait lainnya;
    • Dan lain-lain;
  4. Pemerintah harus memberikan perlindungan dan kesempatan pada industri dalam negeri untuk berperan dalam pengembangan industri penyiaran digital;
  5. Berkembangnya Bisnis Penyiaran yang sangat pesat, jangan hanya demi keuntungan para pemodal saja, tapi juga bagi para pengguna/pemirsa;
  6. Pemerintah harus bisa membantu pengadaan (hibah/memberi) paralatan untuk Lembaga Penyiaran Publik, seperti halnya misal peran serta pemerintah dalam realisasi Universal Service Obligation (USO), Palapa Ring, Improvement on Television Transmitting Stations (ITTS);
  7. Pemerintah bisa membantu lembaga penyiaran lainnya (swasta) dengan memberikan pengurangan atau malah dengan pembebasan pajak untuk pembelian peralatan produksi, penyiaran, dan transmisi digital.

Demikianlah, semoga dengan adanya migrasi, peralihan dari teknologi penyiaran analog ke penyiaran televisi digital bisa menguntungkan semua pihak, baik itu para industriawan, penyelenggara produksi dan penyiaran televisi, serta masyarakat Indonesia pada umumnya. Indonesia adalah pasar yang sangat potensial……….. @tjartasim.

SALIWANG SAREREA

 

Ketika sang Guru kencing berdiri, para Murid kencing sambil berlari. Ketika layar televisi hanya menjadi panggung sandiwara, dan tontonan bukan lagi tuntunan.

Ketika lampu lalu lintas menyala kuning, tancap gas. Ketika jalur lambat menjadi parkiran dan tempat ngetem, serta trotoar jadi tempat pedagang kaki lima. Bila orang yang tidak jelas lebih pandai mengatur dan ditaati para sopir dibanding bapak-bapak Petugas.

Dapat uang tidak perlu kerja keras.
Yang sudah pasti menang dan tidak bersalah diharuskan bayar mahal, yang pintar-pintar diminta biaya sogokan agar lolos dan lulus, serta yang bisa memenuhi aturan dan tidak melanggar peraturan malah dipersulit. Bersalah dan tidak bersalah hanya berdasar aturan hukum, tidak dengan demi moral, etika, dan agama.

Borjuis masuk ke kampung dan perumahan-perumahan dengan judul Mini Market. Pengembang Rumah Kelas Kakap membuat Kluster, guna menghindari aturan dan peraturan. Perumahan di alam hijau nan asri, padahal berapa ribu tanaman dan pohon yang telah termusnahkan. Apartemen dan Rumah Mewah ditawarkan menghadap kelaut biru, berapa ribu rumah yang terendam banjir karena rawa dan pohon bakau yang hilang.

Kebenaran bukan lagi jadi rujukan. suka dan tidak suka adalah patokannya. Bila seseorang disukai maka sekalipun ia seorang Koruptor tetap disukai karena dasarnya suka. Pun sebaliknya seseorang yang tidak disukai, apapun kebaikan yang dilakukannya tetap saja tidak disukai.
Yang benar dikatakan sesat dan yang dilaknat Alloh dikatakan tidak apa-apa. yang berjuang untuk kepentingan rakyat dikatakan penjilat dan yang berjuang untuk kepentingan diri sendiri dan keluarganya sambil mengamankan posisi keluarganya dijadikan panutan.
Pergeseran nilai dalam masyarakat membuat galau sekaligus menyesatkan bagi generasi yang akan datang.
Batu-batu koral yang tidak dipedulikan namun paling sangat gaduh itu, hanya mau berbunyi sesamanya untuk saling bergesekan. Menghasilkan suara yang menurut mereka merdu, namun sesungguhnya suara itu akan menambah taburan dosa yang diciptakannya (kutbah Jum’at ).

JIKA AKU

Ujian Nasional akan tetap berlanjut, tapi tidak untuk kelulusan. Siswa lulus atau tidak sekolah masing-masing yang menentukan. Percayalah, bahwa semua Pendidik ingin reputasi sekolah dan anak didiknya menjadi yang terbaik.
Ujian Nasional hanya untuk evaluasi/perbaikan kurikulum tahun berikut dan penyusunan rangking Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota serta sebagai bahan untuk pemberian beasiswa. Rangking Nasional akan dibiayai Negara, Rangking Provinsi, Kabupaten, dan Kota menjadi tanggung jawab Pemda masing-masing sebagai pemberi beasiswa. Maka generasi muda akan tetap bisa kembali dan membangun daerahnya sendiri, dan Negara mendapatkan yang terbaik di tingkat Nasional.
Bulan Ramadhan semua sekolah akan diliburkan, logikanya masih cukup banyak waktu untuk belajar pengetahuan umum di sekolah.
Dulu, di Perguruan Tinggi menjadi Sarjana harus lima atau enam tahun, sekarang bisa hanya tiga atau empat tahun saja. Di tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas harus tiga tahun, sekarang bisa dengan dua tahun saja.
Jadi, apa keberatannya kalau bulan Puasa libur?
Selama liburan Puasa anak-anak bisa belajar agama dengan orang tuanya di rumah, belajar agama di pesantren-pesantren. Insyaallah dalam lima tahun kedepan akan tercipta generasi bangsa yang cerdas pandai, beriman dan bertaqwa. Aamiin…..
Sang Ayah bisa mengatur libur kantornya untuk berkunjung kepada sanak saudara bersama istri dan anak-anak. Berlibur, bersilaturahim, dan berlebaran di kampung tidak akan kena macet jalanan, tidak kena tarif tinggi transportasi karena waktunya bisa diatur tidak mepet ke Idul Fitri.
Maka, tidak akan ada lagi drama arus mudik/balik, serta biaya tinggi untuk perbaikan jalan raya.

Akan ada APBN untuk pelaksanaan Popsi mulai tingkat Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas, dan kemudian akan berlanjut dengan POM untuk Perguruan Tinggi (Nasional dan/atau Asean).
Ingat Sang Juara tidak semua lahir dengan sendirinya, tapi harus juga diciptakan.
Kita akan menpunyai atlit berprestasi dunia guna mendulang medali emas pada cabang atletik dan renang. Ini adalah sebagai salah satu pertanggungjawaban Pemerintah dalam menciptakan generasi muda yang sehat jasmani, rokhani dan berprestasi.
Transportasi massal akan diperbanyak. Ongkos angkutan umum akan tidak dalam jumlah genap, tetapi akan menjadi dalam kelipatan tengah. Tujuannya agar harga-harga buat masyarakat kecil tidak akan membumbung tinggi, karena uang recehan/koin akan tetap laku dan harga kerupuk serta gorengan lainnya akan hanya lima ratus rupiah.
Untuk daerah/lokasi tertentu angkutan perkotaan harus ada kenek/kondekturnya, dengan dasar pertimbangan kecepatan layanan akan mengurangi kemacetan. Pengangguran dan kejahatan dengan sendirinya akan berkurang pula.

Pelaksanaan ganti untung lahan tidak hanya untuk pelebaran dan penambahan ruas jalan saja, tapi juga bagi pembebasan tanah di sekitar danau/situ yang berfungsi sebagai daerah resapan air, mengurangi banjir dan sebagai cadangan air di kala musim kemarau.
Tidak akan ada lagi izin Mini Market dan Cluster yang dibangun, karena hal ini hanyalah akal-akalan pemodal besar saja demi menghindari kewajiban-kewajibannya.
Maka roda perekonomian rakyat kecil akan berputar wajar dan tata ruang terbuka hijau tetap terjamin keberadaannya.

Tidak akan membabat dan mengeksploitasi hutan. Hanya laut sebagai sumber daya alam tak terbatas yang harus diberdayakan secara maksimal.

Gelora Bung Karno Senayan kembali dihijaukan dan akan menjadi pusat olahraga dan kesehatan murah, tidak bagi peruntukan komersial. Taman Ria Senayan akan menjadi hutan kota dengan danau nan asri sebagai penampung dan sumber air alami yang bersatu dengan kompleks persidangan Dewan sampai Kementerian Kehutanan.
Di pulau hijau tersebut hanya akan ada Televisi Republik Indonesia (TVRI), Taman Ria, DPR/DPD, dan Kementerian Kehutanan.

Sesuai amanah Undang Undang Dasar tahun Empat Puluh Lima, ekonomi kerakyatan melalui koperasi akan diutamakan. Sehingga rakyat kecil dan menengah mudah terbantu usahanya, yang ingin menabung tidak akan berkurang uang simpanannya seperti terjadi pada bank konvesional. Kasihankan penabung kecil sudah tidak bakalan dapat undian berhadiah, uangnya malah semakin habis diambil tuyul modern.
Akan tinggal dan berkantor di Istana, karena memang seharusnya. Penghematan ongkos-ongkos dan biaya pengamanan serta semua souvenir/gratifikasi menjadi milik Negara.

Akan selalu mencamkan bagian syair-syair lagu yang sangat syarat makna ini: Minal Aidzin Wal faidzin. Maafkan Lahir dan Batin. Selamat Para Pemimpin. Rakyatnya Makmur Terjamin” dan “Limpah Ruah Bumi Indonesia. Adil Makmur Sentosa. Baldatun Toyyibatun Warabbbun Ghafur. Pasti Terlaksana.”
Aamiin.

 

DUBBING

 

Dubbing yang akan dibahas kali ini adalah dubbing dalam pelaksanaan sulih suara untuk film ataupun video yang biasa dan sering kita tonton pada layar televisi di rumah.

Pengertian Dasar
Dubbing adalah:

  1. Penggantian suara percakapan asli dari suatu rekaman gambar pada pita video dan/atau film yang diterjemahkan   ke dalam bahasa lain, atau dengan suara orang lain yang tidak sama seperti yang tampak pada gambar (bukan oleh pemeran aslinya);
  2. Penggantian suara aktor/aktris akibat dalam pelaksanaan rekaman gambar/shooting ada gangguan suara-suara lain yang tidak diinginkan (noise yang berlebihan misalnya), dan/atau penggantian/perbaikan bila ada kerusakan pada dialog;
  3. Pengisian suara (voice over) ataupun pengulangan proses perekaman suara presenter (reporter, komentator, dan lain-lain) dari suatu paket acara tentang isi acara tersebut;
  4. Mengisi narasi atau illustrasi ke dalam pita video ataupun film;
  5. Pengisian suara penyanyi (vocal), melodi, musik pengiring, (tiup, gesek, dll) serta suara dan/atau bunyian lainnya pada track berikutnya dalam pelaksanaan rekaman suara.

Syarat Dasar Sulih Suara
Dalam melaksanakan sulih suara, ada beberapa syarat dasar yang memang harus ditaati dan tentunya tidak boleh dilanggar, diantaranya:

  1. Sinkronisasi gerak bibir dengan kata yang diucapkan harus tepat, terjemahan dari bahasa aslinya dengan misalnya lapal berbahasa Indonesia harus diusahakan terutama diakhir perkataan sama gerak bibirnya ( gerak bibir terbuka atau tertutup );
  2. Panjang kata ataupun kalimat diusahakan sama. Melaksanakan dubbing film maupun video untuk tontonan di bioskop dan/atau penyiaran di televisi, selain terjemahan kata harus betul, juga panjang setiap kata dan akhir dari ucapan/kalimat diusahakan sama panjangnya;
  3. Perhatikan faktor usia, gender, dan keselarasan suara. Dalam sulih suara selain faktor usia dan gender tokohnya, adalah juga keselarasan suara dubber dengan bahasa tubuh maupun ekpresi dari tokoh yang tampak di layar;
  4. Material film/video yang akan di sulih suara, jalur suara (track) harus sudah terpisah antara dialog, atmosphere, illustrasi maupun sound effect.

Material/bahan
Materi film/video yang memang akan di sulih suarakan, jalur (track) suara biasanya sudah terpisah, yaitu:

  1. Dialog, atmosphere, illustrasi, dan sound effect jalur suaranya semua terpisah, jadi minimal akan ada 4 (empat) track/jalur suara;
  2. Dialog satu track sendiri, sedangkan atmosphere, illustrasi, dan sound effect bisa sudah tergabung dalam satu track lainnya, jadi hanya ada 2 (dua) track/jalur suara;
  3. Dialog dan atmosphere dalam satu track, sedangkan illustrasi dan sound effect dalam track lainnya, juga hanya ada 2 (dua) track/jalur suara;
  4. Kadang kombinasi pemisahan suara ini, kecuali dialog, bukan hanya terpisah tracknya, tetapi juga benar-benar terpisah dalam kaset/pita yang lainnya (audio tape, dan lain-lain).

Semua varian pemisahan dan kombinasi dari jalur suara (track) ini akan mempengaruhi tingkat kesulitan serta mudahnya dalam pelaksanaan sulih suara.

Agar Murah dan Mudah
Ada beberapa hal mendasar yang harus terpenuhi agar sulih suara berbiaya rendah, sangat mudah, dan lebih singkat dalam pelaksanaannya, diantaranya:

  • Pergunakan microphone dengan karakteristik Multi Polar/Variable Polar Pattern, agar bisa untuk satu. dua, dan/atau untuk banyak orang (dubber);
  • Ketika pengadaan/pemilihan materi film/video, dialog, atmosphere, sound effect, illustrasi dan lainnya harus benar-benar yang terpisah jalur/track suaranya;
  • Pelaksanaan sulih suara dilaksanakan hanya pada audio multi track, setelah selesai mixing, baru dikembalikan (transfer/layback) ke (pita) master (gambar)

Kebiasaan Sulih Suara
Umumnya kebiasan sulih suara pada film/video tiap negara bebeda-beda, tergantung kebijakan dan aturan yang berlaku di negara tersebut, kebutuhan pasar dan bisnis, serta tentunya kreatifitas dari insan perfilman dan televisi di negara masing-masing. Diantaranya:

  • Pada beberapa negara di Eropa ( terutama Inggeris dan Belanda ) film ataupun video anak-anak biasa di sulih suara, tapi film/video untuk orang-orang dewasa cukup dengan terjemahan saja (sub title). Lain halnya di Jerman, hampir semua film/video asing diputar/disiarkan sudah berbahasa Jerman;
  • Di Yunani, semua film/video diputar/disiarkan tetap dalam bahasa aslinya, walaupun ada beberapa film/video kartun disiarkan dalam dua versi, yaitu tetap dalam bahasa aslinya atau disulih suarakan;
  • Penyiaran film dan/atau video di televisi kadang ada yang dilaksanakan dalam dua bahasa/bilingual.

Kontroversi Dubbing
Film dan/atau video kartun yang sudah disulih suara menjadi mudah dipahami anak-anak, tapi sekaligus bisa menjadi racun baginya. Mengingat anak-anak belum bisa mencerna baik ataupun buruk serta akibatnya (anak-anak cenderung meniru, maka perlu bimbingan orang tuanya).
Banyak ahli menganjurkan, biarkan film/video anak (kartun) dalam bahasa aslinya. agar anak-anak hanya menyerap yang baiknya saja, dan bisa berkhayal seperti mereka melihat keindahan awan di angkasa dalam bentuk serta keindahan imajinasi masing-masing anak.
Begitu pula, film ataupun video yang disulih suara dianggap menggagahi dan merusak hak cipta serta orisinilitas karya seseorang.

Sebaiknya Anda Tahu

  1. Atmosphere, adalah suasana/latar belakang suara yang selalu ada (derau), yang menunjukkan lokasi dari suatu produksi acara. Dalam hal lain biasa disebut dengan International Track Sound (IT Sound), Wild Track, Roomtone, dan lain sebagainya;
  2. Sound Effects, adalah suara sebenarnya ataupun suara-suara buatan yang menyerupai suara aslinya guna menambah kesan (mis:dramatis) dari suatu adegan/scene. Kadang biasa juga ditambah dengan suatu Music Smash;
  3. Track (Sound Track), adalah bagian tertentu/pembagian jalur rekaman suara yang merupakan informasi yang menyertai gambar;
  4. MA (Multi Audio) Studio, adalah studio dan ruangan kontrol yang biasa dipergunakan untuk penggantian, mengisi, menambah, membuat, memanipulasi, dan sinkronisasi suara dengan gambar (final mixing).

BUNGA RAMPAI AnB.
Dipetik dari “ Kumpulan Istilah Penyiaran, Film dan Teknologi Informasi ”, Sunaryo, MMTC, Yogyakarta, 2007.

AUDIO LAYBACK: Proses pencampuran sinyal audio yang mempunyai beberapa jalur rekaman suara untuk direkam kembali di pita VTR sinkron, hingga dihasilkan gambar yang sinkron/serempak dengan suaranya.

BALANCE (AUDIO):

  1. Penempatan sumber-sumber suara pada suatu program acara radio/televisi dalam hubungan antara masing-masing sumber suara dengan mikrofon, untuk mempengaruhi gaya suara (tonal) dan perspektif suara;
  2. Sound balance dapat juga berarti perbandingan relatif antara amplitude komponen-komponen suara yang digabungkan menjadi satu hingga membentuk suatu program acara radio/televisi. Komponen-komponen suara dapat berupa dialog dengan musik latar belakang (pengiring), penyanyi tunggal dengan paduan suara atau beberapa alat musik yang tergabung pada kelompok musik atau orkestra.